"Seseorang yang ingin menjadi pemimpin, khususnya pemimpin puncak, harus belajar untuk berempati pada posisi puncak. Ia harus belajar untuk menerima rasa dingin dan kesepian. Seorang pemimpin puncak mempunyai tugas pokok membuat keputusan sendirian. Manajemen memang adalah tim. Dalam membuat keputusan, maka tim manajemen akan menyiapkan riset, alternatif pilihan, prioritas, dan serangkaian mekanisme pendukung pengambilan keputusan. Bahkan, sebelum keputusan dibuat pun ada board meeting yang dihadiri oleh seluruh dewan direksi. Namun, siapa yang membuat keputusan akhir dan bertanggung jawab atas seluruh risikonya ? Biasanya, yang membuat keputusan akhir adalah seorang Presiden Direktur, meskipun terdapat organisasi yang bekerja secara tim penuh, di mana di dalam Board Of Director, CEO bertindak sebagai the first among the equal."(Beyond Leadership , Dr, Djokosantoso Moeljono)
Tentu saja hal tersebut tidak diartikan bahwa seorang pemimpin sama sekali tidak memiliki teman atau seorang penyendiri. Salah satu faktor pendukung seorang menjadi pimpinan tentu dikarenakan adanya jaringan pertemanan yang luas.
Yang ingin disampaikan di sini. Apakah ia seorang pemimpin ataupun tidak, pada akhirnya manusia sebagai pribadi akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia kepada Tuhan YME dengan sendirian..................................................
Wejangan Raja Philips II pada putranya Alexander III (Alexander Agung),
"If you want to be a king, try to be alone. King has no friends. "

1 comments:
lagi mikir apa mbak
Post a Comment