Tuesday, July 24, 2007

Sex education

Tahukah anda bahwa pada jaman baheula, ketika banyak orang berpikir bangsa kita adalah bangsa tertinggal, tak beradab (terlalu berlebihan sih kalo ini :p ) , tak berpendidikan, tak berpengetahuan, kuno, pemikir-pemikir jaman dahulu tersebut telah memeras otak dan hati untuk menyampaikan kepada umat manusia akan pentingnya sex education. (he he...kira-kira pembukaan saya nantinya akan nyambung ga ya sama cerita yang akan disampaikan :P )

Ketika pemikir dunia barat sibuk dengan sex education yang ditujukan untuk kenikmatan dan kepuasan serta kesehatan/keamanan pelakunya, pemikir dunia timur memiliki visi jauh ke depan yaitu sex education yang nantinya akan membawa kesejahteraan bagi seluruh umat manusia bagi dunia. Iya, saya ga bohong, sex education yang diajarkan oleh pemikir timur ini ditujukan untuk suatu tujuan yang lebih luas dan lebih mulia. Apa sih yang bisa membawa kesejahteraan bagi umat manusia ? Tak lain ialah terciptanya manusia-manusia yang berbudi luhur. Sebenarnya dunia ini mau indah atau buruk itu tergantung dari manusia yang hidup di dalamnya bukan ?

Para pemikir timur menyampaikan pemikirannya melalui sebuah cerita. Ya', membuat cerita dan mitos2 adalah suatu cara jitu yang sering dilakukan oleh pemikir jaman dulu untuk menyampaikan suatu ide penting kepada masyarakat umum agar tujuan dari ide tersebut terpenuhi (walaupun cerita2nya sering bokis :p ).

Langsung saja, salah satu cerita yang dipakai para pemikir timur tersebut menyampaikan sex education-nya yaitu melalui cerita Ramayana. Saya tidak tahu secara pasti apakah ini termasuk dalam cerita Ramayana versi India atau Indonesia (saya kira sih versi Indonesia) .
Salah satu bagian dari cerita Ramayana adalah mengenai perang antara Raja Lokapala dengan ayahnya Begawan Wisrawa. Begini ceritanya.

Lokapala dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Wisrawa yang kemudian mengundurkan diri dari percaturan kehidupan duniawi karena memilih untuk hidup sebagai seorang begawan (pendeta Hindu) yang artinya harus meninggalkan kesenangan duniawi dan menyerahkan kekuasannya kepada anaknya Prabu Danaraja.

Suatu ketika, Prabu Danaraja meminta tolong pada ayahnya untuk membantunya memenangkan lomba demi memperebutkan putri cantik yang bernama Dewi Sukesi. Singkat kata si begawan memenangkan lomba, namun karena terpikat dengan kecantikan Dewi Sukesi, akhirnya si begawan pun menikahi Dewi Sukesi.

Dari hasil pernikahan mereka lahirlah seorang anak. Anak ini berbadan raksasa, berwajah 10 maka diberi nama Dasamuka dan berbudi pekerti sangat buruk. Si begawan merasa sedih. Bagaimana mungkin anaknya berbadan raksasa padahal orang tuanya berbadan manusia biasa. Dalam kesedihan itu akhirnya si begawan sadar. Hal itu diakibatkan karena dirinya terlalu masyuk dengan kenikmatan duniawi sehingga lupa dengan kewajiban suci yang diembannya sebagai seorang manusia, berbakti kepada Sang Pencipta.

Dalam proses memperbaiki diri itu, lahirlah putra kedua si begawan. Seorang raksasa juga, buruk rupa namun berbudi pekerti luhur. Walau anak yang ketiga ini berbudi pekerti luhur, namun si begawan masih kecewa karena secara fisik anaknya tidaklah normal seperti yang diharapkan. Tak disadari si begawan larut dalam kekecewaan dan kembali masyuk dalam gemerlapnya dunia.

Terlahir kemudian anak yang ketiga, seorang raksasa wanita, buruk rupa dan berwatak jahat. Saat itulah si begawan merasa bersalah telah kembali masyuk dengan duniawi dan melupakan kewajiban sucinya (berbakti pada Tuhan YME) . Lalu ia bertobat dan memohon ampun pada Sang Pencipta akan kesalahan yang telah dilakukannya. Pertobatan tanpa suatu pengharapan.
Lahirlah anak terakhir, anak ke-empat yang kemudian diberi nama Wibisana. Wibisana ini terlahir normal (bukan raksasa) dan berbudi pekerti luhur.

Nah, dari cerita di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa yang namanya sex bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan main-main demi kepuasan semata. Namun harus dilakukan dengan tanggung jawab (baik secara vertikal maupun horisontal) dan kesusilaan. Otomatis itu berarti mencakup pengertian bahwa sex hanya dilakukan dengan pasangan sah-nya, hal ini berguna untuk menghindari terjadinya penularan penyakit sexual .


:.Prihatin dengan kasus Maria Eva dan Yahya Zaini.: (he he..udah basi yaks :p)

Rinduuu

Heran, padahal ketemu juga kalo ada acara/event tertentu. Jalan bareng berdua juga ga pernah, eh pernah deng sekali waktu mau mbenerin kamera. Kalopun ketemu juga cela-celaan mulu. Tapi kok kangen ya.......
Ah.....mungkin cuma kangen ncela ajah ;p

Miss you :*

Friday, July 13, 2007

Setelah beberapa jam ber kontemplasi

Tuhan, terimakasih telah menjauhkan orang-orang tidak baik dariku, meski sebelumnya aku sempat memohon untuk tidak Kau lakukan itu.

Thursday, July 5, 2007

Nouvel Travail

What an amaze job. What a terrific bless.


My first day in new office feels I have worked for a week. My first week in new office feels I have worked for a month. My first month in new office feels mm...... am I new employee ???

Yesss...once more time quote What you resist persist is become real to me ! Since I don't like programming and don't wanna be a programmer, my new job now is as programmer. Not pure programmer due to in my contract is wrote " DA as assistant engineer " (see.....I'm not a programmer ;) ) although in fact I do coding ;p

My job is relate with coding in low level programming language, hum....not to low since it's just C++ not (yet) assembly. What a surprise I enjoy it ! Dunno why, but I think I do not not like programming (see there are 2 'not'). My previous job dissimilar in concept with this current job, although both of them perform coding.

'bout my coworkers, ow....they are so unique. There is no gap between senior, junior, boss or big boss. Feel like old friends. My division have more male (again) than female (that's why I like it he he he) but there is no special behaviour between male and female except something related with nature.
My trainers are very2 humorous, smart and humble. What a nice person ^_^

Ya ya ya, we neva know. You should try and feel it before make a decision.
Thank God, I love my job :) .



"
Yang aku tunggu masih kucari
............................
Yang aku tunggu
Datangnya hari
Ku kan menunggu saatnya ........
.......................

Nanti pasti datang

Ku kan menunggu "





Wednesday, July 4, 2007

Job seeker


Ng...boleh ga sih nge-blog di kantor, secara pekerjaan udah selesai dan mumpung sempet.....

Jadi begini ceritanya, sekarang saya sudah bekerja lagi, terhitung mulai pertengahan April 2007 sampai sekarang udah 2,5 bulan kerja di perusahaan Smart Card System di Jakarta.

Saya masih ingat ketika melamar pekerjaan di perusahaan ini, berpakaian rapi, pakai rok hitam dan hem putih lengan panjang. Berbeda dengan saat melamar kerja biasanya. Kali ini perasaan hati nothing to lose karena saya tahu, perusahaan ini adalah perusahaan IT yang saya pikir pekerjaannya tidak akan jauh berbeda dengan di kantor sebelumnya (develop program) dan saya tidak suka bekerja sebagai programmer kecuali terpaksa seperti saat itu (hello I was jobless) . Alasan keluar dari pekerjaan lama sebenarnya klise saja, perlu tantangan baru (I hate programming) he he he..... tapi saat keluar saya hanya beralasan tidak ingin melanjutkan kontrak baru karena akan berobat, tapi............ alasan sesungguhnya adalah ---------------------------------------->
tapi saya beneran berobat kok............

Kantornya terletak di kawasan perkantoran elit Jakarta, jalan Sudirman nomer 1 ! Yang dulunya termasuk gedung dengan sewa termahal sebelum kebanjiran :p . Memasuki kantor, hum...suasananya begitu suram penerangannya termasuk kurang, tidak seperti kantor2 lainnya, kantor ini tidak mempunyai resepsionis (sekarang udah punya.....Hi Karen ! :) ) . Saya tiba lebih awal dari waktu yang ditentukan. Sambil mengingat2 profil perusahaan yang saya baca dari internet, mata saya jelalatan mencoba mencari tahu profil karyawan di sini. Tapi sepiii....tidak banyak karyawan yang ditemui, kecuali admin. Setelah menunggu beberapa saat, tibalah saatnya mengikuti tes kemampuan komputer tertulis. Masih ingat sekali, ketika membaca soal2 tes rasa mual mendadak keluar, untung ruangan itu kosong, hanya saya sendiri jadi tidak ada yang mendengar. Yah, begitulah rasa muak saya dengan binatang yang namanya programming. Sudah terbersit dalam pikiran untuk tidak menyelesaikan tes dan langsung pulang saja, karena minat untuk bekerja di perusahaan itu bertambah pudar. Namun mengingat wejangan Ayah ketika saya masih kelas 4 SD (masih dan akan selalu teringat :) ), "Jadi orang harus bertanggung jawab" , karena sudah dimulai maka proses ini harus diakhiri dengan tanggung jawab dan jangan melarikan diri, ter-urung juga niat liar itu .

Tes pun dilalui, beberapa bisa jawab lainnya lupa ..... Perasaan hati udah, ah.... no hope ....(walaupun minat memudar tapi perasaan ga pengen ditolak tetep ada dung ;) ) Saat menunggu waktu interview, terbersit lagi perasaan untuk kabur dengan sopan tentunya. Saya pikir, untuk apa dilalui kalau toh tidak ingin dimasuki. Tak dinyana, seorang kawan menelpon untuk sekedar menanyakan gosip (maksudnya fakta) dan menghabiskan pulsa FREN-nya (he he waktu itu lagi promo FREN Rp. 7,- / menit untuk menelpon sesama FREN. Krn teman yang pakai FREN jarang, kami (tepatnya dia ) terkadang telpon2an hanya sekedar memanfaatkan pulsa tersisa sebelum kadaluarsa) . Saat itu sekalian aja sedikit curhat, betapa ingin rasanya melarikan diri dari situasi tidak nyaman ini. Sekalian cerita betapa saya hampir di setiap interview kerjaan bersama psikolog sering gugup. Entah mengapa, tapi bila yang meng-interview adalah psikolog, sudah dipastikan gugup, menjawab tidak jelas dan intinya tidak menjadi diri sendiri (hate it !) . Bayangkan, pertanyaan selalu "Tell me about your self"masih bisa jawab kalo ini, pertanyaan selanjutnya "Tell me about your strength and weakness" aih.......saya emang narsis, tapi kan cuma untuk becanda :p , kalo serius gini..... ternyata diriku tidak se-PD yang kukira. Mulai deh.....ngacoooo......... Mana sepasang mata bola psikolog itu menatap dengan penuh selidik. Santai sih, senyum2 gitu, tapi terasa banget senyuman itu basi.....
Di telepon, saya sampaikan niat untuk kabur dan melewatkan kesempatan interview. Namun dengan bijak ia menasihati untuk tidak melewatkan kesempatan ini, mengingat tidak ada salahnya dicoba, apalagi kalo nothing to lose biasanya diterima, kata dia. Ya sud lah....lagian ga ada kerjaan ini ;))

Tibalah saatnya untuk interview. Seorang wanita mungil ramah berkacamata datang menghampiri dan mengajak ke suatu ruangan untuk interview. Saya ikuti interview dengan sepenuh hati. Dari admin, diketahui bahwa wanita ini bukan psikolog melainkan user. Sebagai user, pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan lebih mengarah dengan kemampuan dan kemauan saya untuk bekerja bersamanya. Dan saya menikmati pertanyaan itu serta menjawab dengan apa adanya. Tentu saja sebagai pelamar kerja I did my best ! Ketika ditanya, sejauh mana saya mengetahui perusahaan ini, saya katakan bahwa ini adalah perusahaan smart card berasal dari Singapore, merupakan perusahaan besar walaupun bukan yang nomer 1 di dunia. Wops.... ga perlu ya kalimat terakhirnya, tiba2 saja raut interviewer berubah jadi serius. Dia katakan bahwa, kami memang belum jadi yang terbesar, tapi akan menjadi yang terbesar dan masuk dalam 3 besar di dunia (aduh.....iya deh.... :p ) .

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, banyak sekali aktivitas melamar kerja yang dilewati, tes-lah, interview lah. Dari Bekasi sampai Jakarta Pusat dilalui. Pagi ke Serpong, siang ke Bekasi, besok ke Jakarta Barat. Om tempat saya menumpang hidup (he he he) memberi semangat "Diterima atau tidak itu nomer 2 yang penting terus berusaha." Tante saya memberi dukungan dengan ikut mencarikan lowongan kerja di antara teman2nya (sayang ga ada yang cocok), meskipun beberapa tidak cocok tapi lamaran tetap dikirim, who knows ? Tante juga cerita mengenai perjuangan suami saat melamar kerja. Yah...... cukup memberikan spirit, melihat perjuangan suaminya yang betul2 dari bawah sebelum seperti sekarang ini.

Ada masa ketika asa meredup. Pilihan untuk bersekolah lagi dengan biaya orang tua muncul tapi ...............


Yah begitulah, 'For everything on earth there is time' .

Gambar di awal posting ini adalah background desktop komputer saya di kantor yang tadinya saya mual mengerjakan soal tes-nya.

'For everything on earth there is time'