Begini...begini...maksudku....
Sebagai orang jawa ..... ah.... terkesan tak berdaya...... lebih tepatnya karena aku hidup, tumbuh dan berkembang di lingkungan orang jawa, nyawa-nyawa seperti Hidup-Mati-Jodoh-Rejeki sudah ada yang mengatur, begitu kental dalam kehidupan sehari-hari.
Tentu saja nyawa-nyawa itu tidak ditelan secara pasif menjadi bentuk kepasrahan yang tanpa usaha sama sekali.
Tadi kubilang, I have no choice 'bout getting married. I mean, it's same like I have no choice 'bout decease. I just can prepare it but never know when Thy will call me. I just can prepare myself for my next new life with someone, but I don't know when and where.
You know, everyday is not free from certain obscurity.
Get my point ?
Monday, April 30, 2007
Sunday, April 29, 2007
Actually
Yeah....there is a lot of forgiveness....
Yeah....I know all (why you told her our story !)
Yeah....I can accept it better than before, after her explanation......
Yeah....I can't deny, you are still in my hope......
Yeah....there is a lot of reason to move you out from my mind.....
But one thing, I can't believe that I'm wrong 'bout my feeling.....
And one thing, logically if I don't change my way of thinking, I'm cheating my self....
However I don't want to cheat my self again......
Yeah....I must confess that I'm so stupid and naive before......
Although...I dont wan't admit it........so embarrass me....
I just need time...........
Yeah....I know all (why you told her our story !)
Yeah....I can accept it better than before, after her explanation......
Yeah....I can't deny, you are still in my hope......
Yeah....there is a lot of reason to move you out from my mind.....
But one thing, I can't believe that I'm wrong 'bout my feeling.....
And one thing, logically if I don't change my way of thinking, I'm cheating my self....
However I don't want to cheat my self again......
Yeah....I must confess that I'm so stupid and naive before......
Although...I dont wan't admit it........so embarrass me....
I just need time...........
Salah lagi
Ahh......kenapa masih kuulang kebodohan itu
Sudahlah........
Bukan berarti menyerah....
Hanya saja.........
Sudahlah........
Jangan menipu diri !
Jangan diulang lagi........
Sudahlah........
Bukan berarti menyerah....
Hanya saja.........
Sudahlah........
Jangan menipu diri !
Jangan diulang lagi........
Friday, April 27, 2007
To Love You More
To Love You More
(by : Celine Dion)

Take me back in the arms I love
Need me like you did before
Touch me once again
And remember when
There was no one that you wanted more
Don't go you know you will break my heart
She won't love you like I will
I'm the one who'll stay
When she walks away
And you know I'll be standing here still
I'll be waiting for you
Here inside my heart
I'm the one who wants to love you more
You will see I can give you
Everything you need
Let me be the one to love you more
See me as if you never knew
Hold me so you can't let go
Just believe in me I will make you see
All the things that your heart needs to know
I'll be waiting for you
Here inside my heart
I'm the one who wants to love you more
You will see I can give you
Everything you need
Let me be the one to love you more
And some way all the love that we had can be saved
Whatever it takes we'll find a way
I'll be waiting for you
Here inside my heart I'm the one who wants to love you more
You will see I can give you
Everything you need
Let me be the one to love you more
Friday, April 13, 2007
Hinggap di "Pekerjaan"
Matahari baru beberapa jam menguarkan auranya, danau di fakultas teknik UI dengan anggun membiaskan sinarnya memberikan spektrum warna yang begitu indah bagi yang memandang, ketika tiba-tiba mas bule bertanya "Pekerjaan seperti apa yang kamu mau ?"
Saya masih ingat ketika seorang kawan menyarankan untuk mencoba semua jenis pekerjaan sebelum memutuskan satu yang pasti. Pernah saya ikuti sarannya itu, melamar pekerjaan dengan acak, alhasil gagal karena saya melalui tesnya tidak dengan sepenuh hati, ada semacam kebimbangan dan perasaan tidak nyaman setiap pertanyaan berkaitan dengan motivasi dimunculkan. Karena motivasi saya memang hanya coba-coba he he he.....Meskipun di antara yang coba-coba itu ada satu yang berhasil, dan besok Senin adalah hari pertama saya bekerja, yah begitulah rencana Sang Empunya Hidup.
Kembali ke pertanyaan tadi. Saat itu jujur saya katakan, saya sendiri tidak bisa mendekripsikan pekerjaan apa yang saya inginkan dengan tepat. Terlalu premature rasanya untuk bisa memastikan pekerjaan yang tepat bagi saya. Saya hanya tahu garis besarnya, dan dengan bermodal pengetahuan yang cekak itu sejumlah lamaran dikirim, sebagai usaha untuk memenuhi tuntutan-Nya agar Ia dapat menyalurkan kehendak-Nya yang abadi.
Jawaban yang terlontar saat itu, "Yah....saya terlalu berhati-hati untuk hal semacam ini, sama seperti menentukan pasangan." Mas Bule menjawab, "Ya, mencari pekerjaan mirip seperti mencari jodoh bahkan harus lebih berhati-hati memilih pekerjaan daripada memilih jodoh." . "Oh ya ? Mengapa ?" tanya saya. "Kamu harus benar-benar bekerja di tempat yang kamu sukai. Karena frekuensimu bertemu dengan pekerjaan lebih banyak daripada bersama keluarga. Saya bertemu dengan keluarga hanya di malam hari dan hari Sabtu - Minggu. Hampir seluruh waktu hidup saya dihabiskan di kantor." jawabnya.
Saat itu saya hanya mengiyakan saja. Tapi tahukah mas Bule, pekerjaan tidak akan terus dihadapi sampai akhir hayat. Ada masa ketika pekerjaan harus dihentikan dan mempersiapkan pekerjaan selanjutnya yang jauh lebih penting. Untuk itu dengan siapa kita akan menghabiskan sisa hidup menjadi jauh lebih penting, karena ia adalah partner di saat menyiapkan persyaratan lamaran yang perlu terus menerus dilakukan selama hayat masih di kandung badan.
Monday, April 2, 2007
Buku
Seorang gadis kecil pergi ke toko buku. Mencari-cari sebuah buku
Yang akan menemaninya sepanjang perjalanan menuju rumah barunya bulan depan. Disusurinya rak-rak buku di setiap sudut toko. Namun belum juga ditemukan buku yang diinginkannya. Waktu terus berjalan, gadis kecil mulai gelisah, orang tuanya di rumah menunggunya. Seorang pramuniaga merasakan kegelisahan si gadis kecil. Disodorkannya sebuah buku. Buku itu terletak jauh di rak bagian atas yang tak terjangkau oleh si gadis kecil. Pantas saja ia tidak melihatnya.
Sampulnya sederhana. Di antara buku-buku yang dijual di toko itu, buku yang satu ini sangat menonjol kesederhanaannya, namun tetap elegan. Dibukanya halaman pertama buku itu. Begitu menarik. Gadis kecil melakukan scanning di setiap lembarnya. Ia tidak ingin salah dalam memilih teman perjalanannya, karena perjalanan kali ini sangat jauh, yang tidak memungkinkannya membeli buku baru di tengah perjalanan.
Buku itu sangat menarik. Gadis kecil tidak sabar untuk segera memilikinya. Ia berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Sambil terus membacanya, ia langkahkan kaki.
Masih dalam antrian kasir yang panjang, si gadis kecil tiba-tiba menyadari. Cerita dalam buku tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Gadis kecil tersadar, akankah ia terus membaca buku itu atau menutup buku itu dengan segera sebelum ia terlibat jauh di dalamnya. Tapi tahukah kalian, ia begitu menyukai buku itu, sesuatu di dalamnya berkata bahwa ia bisa menerima buku itu apa adanya.
Separo antrian sudah terlewati. Gadis kecil masih menscanning buku yang akan dibelinya. Ia mulai merasakan, ada jarak yang timbul antara dia dan buku yang menawan itu. Dia masih mencoba untuk dapat menerima buku itu apa adanya. Namun hal itu sangat menyulitkannya untuk terus dapat menikmati cerita yang disuguhkan karena terlalu banyak hal yang tidak ia harapkan dalam cerita itu. Haruskah ia membatalkan untuk membeli buku itu ? Atau, ia tetap membeli buku itu dan merobek halamannya kemudian menggantinya sesuai dengan cerita yang diinginkannya...Akhirnya gadis kecil memutuskan untuk keluar dari antrian. Dipeluknya erat buku yang ia sayangi itu sebelum diserahkan kembali pada pramuniaga untuk dikembalikan ke tempatnya semula. Ia susuri kembali rak-rak buku yang terlewat berharap mendapatkan buku yang tidak akan mengecewakannya. Namun ia tahu ke mana ia harus melangkah untuk mengambil kembali buku yang menawan itu.
Adapt from Jeng Tipood ;)
PS: Sayang, aku punya buku bagus ^_^
Yang akan menemaninya sepanjang perjalanan menuju rumah barunya bulan depan. Disusurinya rak-rak buku di setiap sudut toko. Namun belum juga ditemukan buku yang diinginkannya. Waktu terus berjalan, gadis kecil mulai gelisah, orang tuanya di rumah menunggunya. Seorang pramuniaga merasakan kegelisahan si gadis kecil. Disodorkannya sebuah buku. Buku itu terletak jauh di rak bagian atas yang tak terjangkau oleh si gadis kecil. Pantas saja ia tidak melihatnya.
Sampulnya sederhana. Di antara buku-buku yang dijual di toko itu, buku yang satu ini sangat menonjol kesederhanaannya, namun tetap elegan. Dibukanya halaman pertama buku itu. Begitu menarik. Gadis kecil melakukan scanning di setiap lembarnya. Ia tidak ingin salah dalam memilih teman perjalanannya, karena perjalanan kali ini sangat jauh, yang tidak memungkinkannya membeli buku baru di tengah perjalanan.
Buku itu sangat menarik. Gadis kecil tidak sabar untuk segera memilikinya. Ia berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Sambil terus membacanya, ia langkahkan kaki.
Masih dalam antrian kasir yang panjang, si gadis kecil tiba-tiba menyadari. Cerita dalam buku tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Gadis kecil tersadar, akankah ia terus membaca buku itu atau menutup buku itu dengan segera sebelum ia terlibat jauh di dalamnya. Tapi tahukah kalian, ia begitu menyukai buku itu, sesuatu di dalamnya berkata bahwa ia bisa menerima buku itu apa adanya.
Separo antrian sudah terlewati. Gadis kecil masih menscanning buku yang akan dibelinya. Ia mulai merasakan, ada jarak yang timbul antara dia dan buku yang menawan itu. Dia masih mencoba untuk dapat menerima buku itu apa adanya. Namun hal itu sangat menyulitkannya untuk terus dapat menikmati cerita yang disuguhkan karena terlalu banyak hal yang tidak ia harapkan dalam cerita itu. Haruskah ia membatalkan untuk membeli buku itu ? Atau, ia tetap membeli buku itu dan merobek halamannya kemudian menggantinya sesuai dengan cerita yang diinginkannya...Akhirnya gadis kecil memutuskan untuk keluar dari antrian. Dipeluknya erat buku yang ia sayangi itu sebelum diserahkan kembali pada pramuniaga untuk dikembalikan ke tempatnya semula. Ia susuri kembali rak-rak buku yang terlewat berharap mendapatkan buku yang tidak akan mengecewakannya. Namun ia tahu ke mana ia harus melangkah untuk mengambil kembali buku yang menawan itu.
Adapt from Jeng Tipood ;)
PS: Sayang, aku punya buku bagus ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)
