Mereview postingan terakhir yang norak2 bergembira, he he he....yeah begitulah..... :p
Hmm..........untuk alasan tertentu saya memang menghindari online, argh....ini semua karena curiosity yang tak kunjung berhenti. Tapi heran, ya Tuhan memang Maha membolak-balikkan hati, beberapa bulan yang lalu saya katakan pada sahabat saya, "I'm okay" , seminggu kemudian perasaan kembali tak tentu"arhh.....why ? why ? and why ?" (ternyata gara-gara PMS) Lalu 2 minggu kemudian, "EGP. Kerjaan gw numpuk." Begitu seterusnya, naik dan turun silih berganti.
Beberapa hari ini, entah bagaimana akhirnya saya ingat, Sang Maha membolak-balikkan hati tentunya Maha menetapkan hati pula...... Arh.......berapa kali saya sebut nama-Nya dalam sehari tapi masih saja lupa....terlupa untuk menyerahkan beban pertanyaan ini agar dijawab-Nya. Beban yang sangat tidak penting, hanya curiosity.......
Ya, hanya curiosity tidak lagi benci ataupun kecewa, hanya curiosity tapi bagaikan biji di bawah tumpukan kasur Sang Putri dalam salah satu dongeng Hans Christian Andersen "Princess and The Pea" yang mampu mengganggu kenyamanan tidurnya.
Ahh....akhirnya saya mengerti juga makna kisah "Princess and The Pea". Dahulu saya pernah membahas maksud cerita ini dengan kawan sehati , dan dia memberikan opininya bahwa yang dimaksud dengan biji polong itu tak lain dan tak bukan adalah ganjalan kecil di hati (entah kebencian, curiosity, dendam dll) namun dapat mengganggu dalam usaha seorang manusia untuk dapat meninggal dengan tenang, kembali ke hadirat-Nya. Saat itu saya setuju, argumen dia bisa saya terima. Tapi sekarang , saya tidak hanya setuju, tapi mengamini.
Saya kira, kisah "Princess and The Pea" ini bisa bermakna sangat spiritual. Dengan menganalogikan Princess adalah seseorang yang sangat mulia, dengan memahami bahwa tidak ada orang yang paling mulia selain manusia yang "dekat" dengan Tuhannya. Pea (kacang polong) dianalogikan sebagai ganjalan dalam 'tidur' , tak lain adalah permasalahan hidup. Serta tidur dapat dianalogikan sebagai kematian atau dengan analogi yang tidak terlalu ekstrim tidur bisa juga dianalogikan sebagai saat-saat damai, yaitu saat seseorang meninggalkan hiruk pikuk dunia.
Maknanya secara ringkas, kedamaian tidak dapat diraih bila masih ada perasaan negatif walaupun hanya sekecil biji kacang polong.
Ya.....seharusnya bila ingin tidur, kacang polong itu harus disingkirkan..................
Friday, December 28, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment