Wednesday, July 4, 2007

Job seeker


Ng...boleh ga sih nge-blog di kantor, secara pekerjaan udah selesai dan mumpung sempet.....

Jadi begini ceritanya, sekarang saya sudah bekerja lagi, terhitung mulai pertengahan April 2007 sampai sekarang udah 2,5 bulan kerja di perusahaan Smart Card System di Jakarta.

Saya masih ingat ketika melamar pekerjaan di perusahaan ini, berpakaian rapi, pakai rok hitam dan hem putih lengan panjang. Berbeda dengan saat melamar kerja biasanya. Kali ini perasaan hati nothing to lose karena saya tahu, perusahaan ini adalah perusahaan IT yang saya pikir pekerjaannya tidak akan jauh berbeda dengan di kantor sebelumnya (develop program) dan saya tidak suka bekerja sebagai programmer kecuali terpaksa seperti saat itu (hello I was jobless) . Alasan keluar dari pekerjaan lama sebenarnya klise saja, perlu tantangan baru (I hate programming) he he he..... tapi saat keluar saya hanya beralasan tidak ingin melanjutkan kontrak baru karena akan berobat, tapi............ alasan sesungguhnya adalah ---------------------------------------->
tapi saya beneran berobat kok............

Kantornya terletak di kawasan perkantoran elit Jakarta, jalan Sudirman nomer 1 ! Yang dulunya termasuk gedung dengan sewa termahal sebelum kebanjiran :p . Memasuki kantor, hum...suasananya begitu suram penerangannya termasuk kurang, tidak seperti kantor2 lainnya, kantor ini tidak mempunyai resepsionis (sekarang udah punya.....Hi Karen ! :) ) . Saya tiba lebih awal dari waktu yang ditentukan. Sambil mengingat2 profil perusahaan yang saya baca dari internet, mata saya jelalatan mencoba mencari tahu profil karyawan di sini. Tapi sepiii....tidak banyak karyawan yang ditemui, kecuali admin. Setelah menunggu beberapa saat, tibalah saatnya mengikuti tes kemampuan komputer tertulis. Masih ingat sekali, ketika membaca soal2 tes rasa mual mendadak keluar, untung ruangan itu kosong, hanya saya sendiri jadi tidak ada yang mendengar. Yah, begitulah rasa muak saya dengan binatang yang namanya programming. Sudah terbersit dalam pikiran untuk tidak menyelesaikan tes dan langsung pulang saja, karena minat untuk bekerja di perusahaan itu bertambah pudar. Namun mengingat wejangan Ayah ketika saya masih kelas 4 SD (masih dan akan selalu teringat :) ), "Jadi orang harus bertanggung jawab" , karena sudah dimulai maka proses ini harus diakhiri dengan tanggung jawab dan jangan melarikan diri, ter-urung juga niat liar itu .

Tes pun dilalui, beberapa bisa jawab lainnya lupa ..... Perasaan hati udah, ah.... no hope ....(walaupun minat memudar tapi perasaan ga pengen ditolak tetep ada dung ;) ) Saat menunggu waktu interview, terbersit lagi perasaan untuk kabur dengan sopan tentunya. Saya pikir, untuk apa dilalui kalau toh tidak ingin dimasuki. Tak dinyana, seorang kawan menelpon untuk sekedar menanyakan gosip (maksudnya fakta) dan menghabiskan pulsa FREN-nya (he he waktu itu lagi promo FREN Rp. 7,- / menit untuk menelpon sesama FREN. Krn teman yang pakai FREN jarang, kami (tepatnya dia ) terkadang telpon2an hanya sekedar memanfaatkan pulsa tersisa sebelum kadaluarsa) . Saat itu sekalian aja sedikit curhat, betapa ingin rasanya melarikan diri dari situasi tidak nyaman ini. Sekalian cerita betapa saya hampir di setiap interview kerjaan bersama psikolog sering gugup. Entah mengapa, tapi bila yang meng-interview adalah psikolog, sudah dipastikan gugup, menjawab tidak jelas dan intinya tidak menjadi diri sendiri (hate it !) . Bayangkan, pertanyaan selalu "Tell me about your self"masih bisa jawab kalo ini, pertanyaan selanjutnya "Tell me about your strength and weakness" aih.......saya emang narsis, tapi kan cuma untuk becanda :p , kalo serius gini..... ternyata diriku tidak se-PD yang kukira. Mulai deh.....ngacoooo......... Mana sepasang mata bola psikolog itu menatap dengan penuh selidik. Santai sih, senyum2 gitu, tapi terasa banget senyuman itu basi.....
Di telepon, saya sampaikan niat untuk kabur dan melewatkan kesempatan interview. Namun dengan bijak ia menasihati untuk tidak melewatkan kesempatan ini, mengingat tidak ada salahnya dicoba, apalagi kalo nothing to lose biasanya diterima, kata dia. Ya sud lah....lagian ga ada kerjaan ini ;))

Tibalah saatnya untuk interview. Seorang wanita mungil ramah berkacamata datang menghampiri dan mengajak ke suatu ruangan untuk interview. Saya ikuti interview dengan sepenuh hati. Dari admin, diketahui bahwa wanita ini bukan psikolog melainkan user. Sebagai user, pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan lebih mengarah dengan kemampuan dan kemauan saya untuk bekerja bersamanya. Dan saya menikmati pertanyaan itu serta menjawab dengan apa adanya. Tentu saja sebagai pelamar kerja I did my best ! Ketika ditanya, sejauh mana saya mengetahui perusahaan ini, saya katakan bahwa ini adalah perusahaan smart card berasal dari Singapore, merupakan perusahaan besar walaupun bukan yang nomer 1 di dunia. Wops.... ga perlu ya kalimat terakhirnya, tiba2 saja raut interviewer berubah jadi serius. Dia katakan bahwa, kami memang belum jadi yang terbesar, tapi akan menjadi yang terbesar dan masuk dalam 3 besar di dunia (aduh.....iya deh.... :p ) .

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, banyak sekali aktivitas melamar kerja yang dilewati, tes-lah, interview lah. Dari Bekasi sampai Jakarta Pusat dilalui. Pagi ke Serpong, siang ke Bekasi, besok ke Jakarta Barat. Om tempat saya menumpang hidup (he he he) memberi semangat "Diterima atau tidak itu nomer 2 yang penting terus berusaha." Tante saya memberi dukungan dengan ikut mencarikan lowongan kerja di antara teman2nya (sayang ga ada yang cocok), meskipun beberapa tidak cocok tapi lamaran tetap dikirim, who knows ? Tante juga cerita mengenai perjuangan suami saat melamar kerja. Yah...... cukup memberikan spirit, melihat perjuangan suaminya yang betul2 dari bawah sebelum seperti sekarang ini.

Ada masa ketika asa meredup. Pilihan untuk bersekolah lagi dengan biaya orang tua muncul tapi ...............


Yah begitulah, 'For everything on earth there is time' .

Gambar di awal posting ini adalah background desktop komputer saya di kantor yang tadinya saya mual mengerjakan soal tes-nya.

'For everything on earth there is time'

0 comments: