Mulanya saya sangat percaya akan hal ini. Hingga akhirnya tersadar, bahwa semua kekuasaan ialah kekuasan Allah.
Hal ini yang melatar belakangi penulisan Have no choice.
Berapa banyak teman yang berucap "Aku akan menikah umur ....." namun hingga umur terlewati statusnya masih single, atau teman-teman (bukan hanya 1 tapi banyak) yang batal menikah dengan pasangan yang sudah lama ia jalini kasih.
Dari situ saya berpikir dan merasa2, untuk hal-hal seperti ini memang di luar kemampuan diri untuk membuat penentuan. Terutamanya karena hal seperti ini melibatkan perasaan, diri, dan jiwa orang lain.
Saya percaya, sawiji-wijining jiwa nduwe kuwajiban wales winales kabecikan ning alam ndonya kang wis ditemtokake, kurang lebihnya begitu kata orang tua ketika saya bertanya, kenapa harus terlibat perasaan dengan orang tertentu, kenapa bukan orang yang lain saja. Dalam bahasa gaulnya maksud orang tua tadi, ya.....karena saya punya hutang kebajikan dengan jiwa orang itu di masa lalu yang harus ditebus di masa kini.
Karena itu, saya kira, ketika keputusan penting itu diambil, itu bukanlah keputusan dari hasil persidangan angan-angan ataupun alam pikiran. Tetapi sesuatu dari dalam diri yang memutuskan, sehingga bibirpun tergerak untuk mengatakan "Ya".
Eh, tapi tidak memilih dan membiarkan Sang Empunya yang memutuskan itu juga pilihan yah....... memilih untuk tidak memilih....... (halah.......kok malah mbolak mbalik ngene :P )
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

4 comments:
iyah kok mbolak mbalik gitu Jeng :) hihihi..tampaknya membaca postingan ini musti pake mode:berpikir dulu sejenak ketika menikmati kalimat yang tertulis...walaah semoga ngga bingung yah.
Keep writing dong hehehehe...
He he he..... lagi ga sinkron antara ide dan tulisan ;p
Selamat menimati saja ;)
hehehe.. inget obrolan kecil kita tentang 'free will' jeng? mungkin nggak...
Well, it's a very interesting topic. Apalagi kalau diperluas ke aspek hidup lain, bukan cuma jodoh, tapi juga tanggung jawab moral (kalau kita nggak punya absolute free will, apakah kita masih bisa dimintai pertanggungjawaban atas pilihan moral yang kita buat?)...
But anyway, it is an important and fascinating subject to ponder. Dan kalau ngeliat tulisanmu, you ARE still pondering... Have a nice pondering time!
He he he..... ya ya ya......thank you :)
Post a Comment