Seorang gadis kecil pergi ke toko buku. Mencari-cari sebuah buku
Yang akan menemaninya sepanjang perjalanan menuju rumah barunya bulan depan. Disusurinya rak-rak buku di setiap sudut toko. Namun belum juga ditemukan buku yang diinginkannya. Waktu terus berjalan, gadis kecil mulai gelisah, orang tuanya di rumah menunggunya. Seorang pramuniaga merasakan kegelisahan si gadis kecil. Disodorkannya sebuah buku. Buku itu terletak jauh di rak bagian atas yang tak terjangkau oleh si gadis kecil. Pantas saja ia tidak melihatnya.
Sampulnya sederhana. Di antara buku-buku yang dijual di toko itu, buku yang satu ini sangat menonjol kesederhanaannya, namun tetap elegan. Dibukanya halaman pertama buku itu. Begitu menarik. Gadis kecil melakukan scanning di setiap lembarnya. Ia tidak ingin salah dalam memilih teman perjalanannya, karena perjalanan kali ini sangat jauh, yang tidak memungkinkannya membeli buku baru di tengah perjalanan.
Buku itu sangat menarik. Gadis kecil tidak sabar untuk segera memilikinya. Ia berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Sambil terus membacanya, ia langkahkan kaki.
Masih dalam antrian kasir yang panjang, si gadis kecil tiba-tiba menyadari. Cerita dalam buku tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Gadis kecil tersadar, akankah ia terus membaca buku itu atau menutup buku itu dengan segera sebelum ia terlibat jauh di dalamnya. Tapi tahukah kalian, ia begitu menyukai buku itu, sesuatu di dalamnya berkata bahwa ia bisa menerima buku itu apa adanya.
Separo antrian sudah terlewati. Gadis kecil masih menscanning buku yang akan dibelinya. Ia mulai merasakan, ada jarak yang timbul antara dia dan buku yang menawan itu. Dia masih mencoba untuk dapat menerima buku itu apa adanya. Namun hal itu sangat menyulitkannya untuk terus dapat menikmati cerita yang disuguhkan karena terlalu banyak hal yang tidak ia harapkan dalam cerita itu. Haruskah ia membatalkan untuk membeli buku itu ? Atau, ia tetap membeli buku itu dan merobek halamannya kemudian menggantinya sesuai dengan cerita yang diinginkannya...Akhirnya gadis kecil memutuskan untuk keluar dari antrian. Dipeluknya erat buku yang ia sayangi itu sebelum diserahkan kembali pada pramuniaga untuk dikembalikan ke tempatnya semula. Ia susuri kembali rak-rak buku yang terlewat berharap mendapatkan buku yang tidak akan mengecewakannya. Namun ia tahu ke mana ia harus melangkah untuk mengambil kembali buku yang menawan itu.
Adapt from Jeng Tipood ;)
PS: Sayang, aku punya buku bagus ^_^
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

2 comments:
Semua bunga mawar, meski sisi luarnya kelihatan seperti duri ;
Itulah cahaya dari Belukar Terbakar ;
meski kelihatannya seperti api !
(D 859)
Cinta,
mohon jangan pernah menilai sebuah buku hanya dari sampul luarnya. Jika Dinda berkenan, mari kita baca bersama !
Siapa tahu keberuntungan tengah berpihak pada kita ?
Aku membaca....
Aku menyimak...
Dan tak pernah yakin.....
Until she told me.....
Then I must return it.....
Well Garudeya, please take the book for me....then we'll read it together....
Post a Comment